Postingan

Menampilkan postingan dengan label italia

Malam Seharga 23 Trofi Liga Champion

Gambar
Minggu (7/10) kemarin jarang terjadi dalam sepak bola. Dua pertandingan skala besar di dua liga terbaik di dunia terjadi di waktu yang nyaris bersamaan. Pertandingan pertama antara Barcelona versus Real Madrid. Selang sejam kemudian, AC Milan berhadapan dengan Inter Milan. Keempat klub tersebut adalah yang terbaik di negaranya dalam koleksi gelar di kompetisi antarklub Eropa. Real Madrid dan AC Milan berada di daftar teratas, berturut-turut menjuarai 9 dan 7 trofi Liga Champion Eropa. Meski lebih sedikit, Barcelona dan Inter Milan tidak bisa dipandang remeh. Tercatat 4 trofi tersimpan di lemari Nou Camp, sedangkan Inter Milan selisih satu dengan 3 piala.   Pertandingan semalam total “bernilai” 23 trofi LC, hampir setengah dari total 57 kali penyelenggaraannya. Inilah pertandingan klub-klub terbaik sepanjang sejarah Eropa. Prestasinya membuat klub lain iri, terobsesi meraih hal yang sama dengan kucuran uang yang seolah tanpa batas.  El Clasico untuk kesekian kaliny...

Inter Menang, Liga Champion Tetap Melayang (?)

Gambar
inter.it Ironis! Inilah kata yang paling pas ditujukan untuk Inter Milan ketika dini hari tadi berhasil mengalahkan rival sekota, AC Milan. Dalam sejarah Derby della Madonina , keberhasilan mengalahkan Rosonerri berpengaruh besar bagi prestasi Inter. Tapi tahun ini, hanya sedikit, kalau bukan nyaris tidak ada, manfaat dari kemenangan derby itu.    Sungguh sangat disayangkan jika klub sebesar Inter tidak bisa berlaga di Liga Champion musim depan. Ini konsekuensi logis dari penampilan buruk Nerazzurri, sekaligus dampak menurunnya poin koefisien Liga Italia. Faktor yang pertama jelas paling menentukan karena jangankan bersaing merebut scudetto, berada di papan atas saja sulitnya bukan main. Faktor kedua hanya menambah kepedihan karena kini tidak lagi posisi empat, tetapi penghuni tiga besar saja yang bisa berlaga di kompetisi tertinggi antarklub Eropa. Melihat bagaimana penampilan Sneijder dkk dini hari tadi, tidak ada yang b...

Duh, Tahun ini Inter Tanpa Gelar

Gambar
sumber gambar:indonesia.inter.it Sekiranya Inter lolos dari babak perdelapan final Liga Champion tahun ini, belum tentu juara tahun 2010 bisa terulang. Tapi paling tidak, dengan terus bermain di LC, Inter bisa menjaga martabatnya sebagai tim besar Eropa.  Rentetan hasil buruk di kompetisi domestik, baik itu di Serie A ataupun Coppa Italia, kembali terulang di level Eropa. Tahun ini I Nerazzurri terpaksa menikmatinya tanpa satupun trofi utama. Sebagai interisti sejati, saya mencoba pura-pura lupa tahun berapa terakhir kali La Beneamata tidak mendapatkan juara. Sudah lama sekali yakni pada musim 2003/2004, ketika saat itu Inter masih belum sekuat tahun-tahun terakhir ini. Sesudahnya, dari 2004/2005 hingga musim lalu, Inter paling tidak bisa merebut juara di kompetisi level dua seperti Coppa Italia. Puncaknya tentu saja musim 2009/2010 tatkala Mourinho mempersembahkan treble winner untuk interisti. Sepeninggal The Special One,...

AC Milan Hampir Mengecewakan Italia

Gambar
sumber gambar: acmilan.com Sekiranya gagal lolos ke babak perempat final Liga Champion musim ini, lengkaplah predikat AC Milan sebagai klub “pemberi rekor”. Menang 4-0 dari Arsenal di leg pertama membuat leg kedua 16 besar begitu mudah bagi I Rossonerri. Tapi, menilik masa lalu, kemenangan besar itu justru bisa jadi momok.   Dalam satu dekade lalu saja, AC Milan dua kali "memberi rekor" di keikutsertaannya di Liga Champion. Perempat final musim 2003/2004, tim asal kota Milan ini begitu meyakinkan ketika mengalahkan Deportivo La Coruna, 4-1 di San Siro. Tapi di Riazor, Super Depor berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 4-0. Tidak ada yang menyangka, tim yang sangat berpengalaman di liga Eropa bisa takluk dari klub “bau kencur” asal Spanyol itu. Namun, peristiwa pertama itu tidak bisa mengalahkan apa yang terjadi di Istambul, musim 2004/2005. Inilah babak pemuncak untuk menasbihkan diri siapa tim terbaik di Eropa. AC Milan berhadapan dengan Liverpool yang dilat...

AC Milan Akan Beruntung di Lain Kesempatan

Gambar
sumber gambar: fifa.com Perdelapan final Piala Dunia 2010. Inggris tertinggal 1-2 dari Jerman di babak pertama. Untuk lolos The Three Lions harus mengejar selisih satu gol itu. Lalu datanglah momentumnya. Frank Lampard yang berdiri di luar kotak penalti  menerima bola yang lansung dilesakkannya dengan keras ke arah gawang. Si kulit bundar menyentuh mistar dan memantul dengan keras ke tanah melewati garis gawang. Tapi dengan cekatan Manuel Nauer mengambil bola seolah itu bukan gol. Sang wasit dan hakim garis pun mengiyakan tindakan Nauer. Inggris gagal menyamakan kedudukan dan harus kebobolan dua gol lagi sehingga harus berhenti di babak 16 besar. Di akhir laga Nauer mengatakan bahwa dia sengaja langsung melempar bola tanpa menoleh ke arah wasit dan hakim garis. Itu dilakukan supaya sang pengadil tidak perlu berpikir bahwa bola melewati garis gawang. Manuel Nauer memang cerdik! Saya pikir inilah apa yang disebut humanisme dalam sepak bola itu. Bahwa manusia memang tia...

(Tidak) Selebrasi Pertanda Cinta

Gambar
sumber gambar: fifa.com Saya tidak pernah melihat kecintaan seorang pemain kepada mantan klubnya melebihi diri Gabriel Omar Batistuta. Lama dia bermain untuk Fiorentina di Serie A dari tahun 199 1 hingga 2000. Selama itu pula banyak gol yang ia sumbangkan untuk La Viola termasuk gelar Coppa Italia .  Tapi ada satu yang tidak diraihnya bersama Fiorentina: scudetto. Ini adalah obsesi tiap pemain termasuk Batigol tentu saja . Tapi untuk meraih gelar akan sangat sulit jika terus bersama tim asal Kota Firenze itu.  Batistuta pun memilih hengkang pada tahun 2000. Ia pergi ke AS Roma, klub yang sebetulnya juga tidak punya tradisi juara. Tapi di klub itu ada pelatih mentereng, Fabio Cappelo, yang pernah membawa AC Milan juara Liga Champion 1994. Pemain-pemainnya juga tak kalah bagus dengan Juventus, Lazio, dan Inter Milan. Satu hal yang dinanti apabila ikon klub pindah ke klub baru adalah ketika kedua tim bertemu. Inilah yan...