Postingan

Menampilkan postingan dengan label pssi

Ego yang Menendang STY

Gambar
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah membantah bahwa pemecatan Shin Tae-yong (STY) karena tekanan, terlebih dari mafia sepak bola. Pemutusan kontrak pelatih Timnas Indonesia itu, kata Erick, murni keputusan dirinya. Benarkah? Saya pun ogah berburuk sangka kepada Erick. Itu sebabnya saya menelan mentah-mentah alias percaya kata-katanya. Dan, dengan menerima itu, izinkan pula saya untuk menduga-duga alasan di balik pemecatan STY. Apa itu? Satu kata: ego! Erick Thohir datang ke PSSI setelah malapetaka Malang pada 1 Oktober 2022. Sehabis peristiwa berdarah tersebut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dihujat. Tuntutan mundur menggema di berbagai pojok negeri. Saat itulah STY maju “ke depan” untuk membela orang yang telah mengontraknya. Dia mengancam akan mundur kalau Iwan Bule tidak lagi menjadi orang nomor satu PSSI. Iwan Bule akhirnya betul-betul out . Yang menjadi pengganti adalah Erick Thohir. Tiap ada suksesi di level organisasi, sudah jadi tradisi bahwa rezim baru m...

Emas SEA Games Itu Akhirnya Terebut Lagi

Gambar
Kabar gembira yang dinanti-nantikan selama 32 tahun itu akhirnya datang juga. Timnas Indonesia U-23 merebut emas SEA Games 2023 di Kamboja setelah membantai Thailand di babak final dengan skor 5-2, Selasa malam ini. Syukur kita pada Tuhan.  Sudah itu saja...

Ratapan Arek Malang

Gambar
Bila ada bentrok antarsuporter sepak bola, kita bisa menyebutnya sebagai ‘insiden’. Jika terdapat korban luka dari bentrok tersebut, istilahnya berganti menjadi ‘kemalangan’. Manakala ternyata jatuh korban meninggal, terminologi ‘tragedi’ mungkin sudah memadai. Apa jadinya jika ternyata korban jiwa mencapai puluhan atau ratusan?  Sewaktu terjadi kerusuhan suporter sepak bola di Port Said, Mesir, pada Februari 2012 silam, tepat melabelkannya sebagai malapetaka. Berita tersebar ke seluruh dunia mengabarkan kematian 70 lebih korban jiwa akibat amuk massa antarfans. Bagaimana bisa sepak bola berakhirkan air mata dan darah? Bukankah sepak bola seharusnya memberikan keriangan bagi yang menang atau pengharapan bagi yang kalah? Keduanya sama sekali tidak menuntut pengorbanan nyawa.  Pagi tadi saya membaca berita di internet mengenai kerusuhan usai laga Liga 1 antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Saya rasa kerusuhan bukan...

Luhut Pandjaitan Akhirnya Terserempet Sepak Bola

Gambar
Saya berpendapat seorang tokoh politik belum sah menjadi media darling kalau belum terserempet dunia sepak bola. Kita masih ingat ketika seorang Dahlan Iskan menjadi buah bibir pemberitaan sejak akhir 2011. Setiap isu bisa ditanggapi oleh bekas bos Jawa Pos itu mengingat dia memimpin Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua orang tahu, BUMN menerobos hampir semua lini kehidupan kita. Di tengah popularitasnya itu, pada awal 2012 Dahlan sempat didorong untuk maju sebagai calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pria kelahiran Magetan tersebut diklaim bisa mengakhiri perpecahan di kalangan pengurus PSSI. Dahlan bukan orang baru di blantika sepak bola nasional. Semasa di Surabaya, dia pernah memimpin manajemen klub Persebaya. Jadi, kriteria pernah mengurus sepak bola terpenuhi andai Dahlan mau mencalonkan diri. Pesona Dahlan pelan-pelan meredup terganti oleh Wali Kota Solo Joko Widodo. Nama Jokowi melambung berkat pengenalan mobil Esemka yang digadang-...

Tuhan Mulai Bersama Bola Kita

Gambar
"Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan karena telah membantu dalam pertandingan ini.” Itulah kata-kata pemain sayap Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Ardiles Haay setelah membawa Garuda Muda memenangkan laga final Piala AFF U-22 melawan Thailand dengan skor 2-1 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) malam ini. Doa kepada Tuhan tentu saja selalu terucap manakala Timnas Indonesia berbagai umur bertanding. Beberapa kali pasukan Merah Putih melaju ke final turnamen Asia Tenggara, tetapi gelar juara masih dihitung dengan jari.   Piala AFF U-19 pada 2013 dan Piala AFF U-16 pada 2018 adalah secuil gelar Indonesia dalam kurun satu dekade ini. Tidak peduli usianya, para jawara itu adalah pembawa nama negara sehingga kebanggaan kita selalu bersama mereka. Lalu mengapa doa kita kepada Tuhan hanya dikabulkan tiga kali? Kita percaya bahwa di balik kemampuan manusia, tidak ada capaian tanpa restu langit. Timnas Indonesia bermain apik pada Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011, te...

Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional

Gambar
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi berbincang dengan Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dalam Rapat Kabinet Terbatas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Istana Negara, Selasa (24/1/2017). Sumber: Sekretariat Kabinet   Presiden Joko Widodo sangat menyadari aura magis Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dalam menyatukan bangsa. Bahkan, barangkali sanggup melampaui wibawa sang RI-1. Ketika aksi 4 November 2016 memprotes dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama muncul, negeri ini seperti terbelah. Sejak 10 November, Presiden bersafari ke markas TNI, tokoh politik, hingga pemuka agama. Presiden terus menekankan pentingnya bangsa ini menjaga persatuan di tengah kebhinekaan. Namun, aksi massa yang lebih hebat malahan terjadi pada 2 Desember 2016. Blusukan Presiden memang sanggup meredam bentrok massa, tetapi kita masih dapat merasakan sentimen agama dan ras kian mengental. Di tengah suasana itulah Piala AFF 2016 berl...