Postingan

Sebuah Cerita Natal di Singapura

Gambar
Tidak ada ceritanya sebuah tim yang unggul kualitas bisa kalah dari lawan yang sudah diganjar dua kartu merah. Ironisnya, keberuntungan lumrah adanya dalam sepak bola.  Namun, jika memang Dewi Fortuna itu ada, kita pun bisa menuntut balik. Mengapa Timnas Indonesia di sepanjang sejarah Piala AFF tidak pernah juara? Mengapa dari lima kali masuk final satu pun trofi tidak bisa dibawa pulang?  Itu artinya, keberuntungan bukanlah sebuah kata untuk Indonesia. Hanya parameter-parameter rasional saja yang bisa membuat kita menang dan merengkuh gelar.  Pertandingan semifinal leg kedua Piala AFF 2020 di Singapura malam hari ini, 25 Desember 2021, menjadi penegas kali kesekian. Timnas Indonesia bisa menang 4-2 melawan Singapura sebagai konsekuensi dari keunggulan kasat mata kita.  Hingga menit ke-75, pendukung Timnas mungkin sudah siap-siap meratap lagi. Sebuah gol Shahdan Sulaiman membuat Singapura unggul 2-1. Padahal, Si Singa hanya diperkuat sembilan pemain buntut dua kartu ...

Luhut Pandjaitan Akhirnya Terserempet Sepak Bola

Gambar
Saya berpendapat seorang tokoh politik belum sah menjadi media darling kalau belum terserempet dunia sepak bola. Kita masih ingat ketika seorang Dahlan Iskan menjadi buah bibir pemberitaan sejak akhir 2011. Setiap isu bisa ditanggapi oleh bekas bos Jawa Pos itu mengingat dia memimpin Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua orang tahu, BUMN menerobos hampir semua lini kehidupan kita. Di tengah popularitasnya itu, pada awal 2012 Dahlan sempat didorong untuk maju sebagai calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pria kelahiran Magetan tersebut diklaim bisa mengakhiri perpecahan di kalangan pengurus PSSI. Dahlan bukan orang baru di blantika sepak bola nasional. Semasa di Surabaya, dia pernah memimpin manajemen klub Persebaya. Jadi, kriteria pernah mengurus sepak bola terpenuhi andai Dahlan mau mencalonkan diri. Pesona Dahlan pelan-pelan meredup terganti oleh Wali Kota Solo Joko Widodo. Nama Jokowi melambung berkat pengenalan mobil Esemka yang digadang-...

Tuhan Mulai Bersama Bola Kita

Gambar
"Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan karena telah membantu dalam pertandingan ini.” Itulah kata-kata pemain sayap Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Ardiles Haay setelah membawa Garuda Muda memenangkan laga final Piala AFF U-22 melawan Thailand dengan skor 2-1 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) malam ini. Doa kepada Tuhan tentu saja selalu terucap manakala Timnas Indonesia berbagai umur bertanding. Beberapa kali pasukan Merah Putih melaju ke final turnamen Asia Tenggara, tetapi gelar juara masih dihitung dengan jari.   Piala AFF U-19 pada 2013 dan Piala AFF U-16 pada 2018 adalah secuil gelar Indonesia dalam kurun satu dekade ini. Tidak peduli usianya, para jawara itu adalah pembawa nama negara sehingga kebanggaan kita selalu bersama mereka. Lalu mengapa doa kita kepada Tuhan hanya dikabulkan tiga kali? Kita percaya bahwa di balik kemampuan manusia, tidak ada capaian tanpa restu langit. Timnas Indonesia bermain apik pada Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011, te...

Kapan Lagi Kau Datang Asian Games

Gambar
Sejak 2012, Indonesia sudah percaya diri mampu menggelar sebuah pesta olahraga sekelas Asian Games. Moncernya pertumbuhan ekonomi ditambah romantisme Asian Games 1962 Jakarta membuat mayoritas anak bangsa mendukung proposal Kota Surabaya sebagai calon tuan rumah Asian Games 2019. Sayang, Surabaya akhirnya kalah dari Kota Hanoi, Vietnam, ketika voting pemilihan tuan rumah digelar Komite Olimpiade Asia (OCA). Tapi, mungkin sudah takdir negeri ini bila dua tahun kemudian Hanoi mengundurkan diri karena merasa tak mampu menggelar Asian Games. Indonesia mengajukan diri lagi dengan menawarkan Jakarta dan Palembang. OCA pun manut saja ketika Indonesia meminta ajang olahraga multicabang itu dimundurkan setahun karena pada 2019 ada pemilihan umum. Perjalanan sejarah kemudian menggiring kita ke tanggal 18 bulan 8 tahun 2018 kala Asian Games dibuka dengan upacara megah. Itulah buah dari jerih perjuangan dan persiapan panjang nan melelahkan. Sebuah seremoni yang tak disangka-sangka karena...

Akhirnya, Bocah-bocah U-16 Menebus Prestasi Timnas

Gambar
Menurut saya, adalah sebuah ironi bila bocah-bocah berusia di bawah 16 tahun menjadi tempat kita menggantung asa lahirnya prestasi sepak bola. Di negara sepak bola manapun, harapan itu seharusnya berada di pundak pemain-pemain senior. Tapi, keringnya prestasi sepak bola negeri ini di tingkat internasional membuat kita tidak peduli. Kelompok umur berapa pun, asalkan mereka mengenakan kostum tim nasional kebanggaan, adalah petempur-petempur sepak bola negeri ini. Itulah mengapa kita semua hanyut dalam euforia ketika malam ini Timnas Indonesia U-16 menggondol juara Piala AFF U-16. Perjuangan bocah-bocah itu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo menebus kegagalan tim-tim yang lebih senior. Lima tahun lalu, di tempat yang sama, Timnas U-19 juga meraih juara pada turnamen Piala AFF U-19. Perjalanan mendapatkan kemenangan di partai final pun serupa, sama-sama melalui adu tendangan penalti. Setelah itu, kita tak berhenti berharap agar Evan Dimas dkk bisa menduplikasi gelar juara di kelo...