El Clasico Tidak Lagi Klasik
sumber gambar: fcbarcelona.com Santiago Bernabeu Rabu Malam—Kamis dinihari waktu Indonesia—layaknya sebuah panggung. Bukan panggung secara kiasan, tapi panggung dalam arti sebenarnya. Stadion berkapasitas 85 ribu kursi itu menjadi saksi bagaimana pemain Real Madrid dan Barcelona bukan murni bermain sepak bola. Tapi lebih dari itu: bermain sandiwara. Pepe, Callejon, Besquet, dan Lionel Messi. Inilah nama-nama yang paling pantas ditiru aktingnya oleh para pemain sinetron. Kameramen televisi menangkap gambar para pemain tersebut dari berbagai sudut. Kita pun saksikan kepintaran mereka berpura-pura kesakitan. Pertandingan memang berakhir dengan, lagi-lagi, kekalahan tuan rumah. El Real masih belum mampu mengalahkan musuh abadinya itu, bahkan, di kandangnya sendiri. Seorang Cristiano Ronaldo yang harganya tertinggi di kolong langit, belum bisa memberikan sentuhan ajaibnya. Gol pertamanya memang membuka asa supporter. Namun, setelah...

Masih terlalu jauh untuk dapat memberi sebuah perlawanan berarti terhadap klub sekelas chelsea, siapun yang main, selama kondisi sepakbola indonesia masih carut-marut saya kira apapun pelajarannya akan menjadi sia-sia.
BalasHapusKita lihat saja nanti ketika melawan Cina. Kalau kalah telak juga, kita tak tahu haru berkata apa.
HapusKayaknya sih ini jadi ajang mumpung buat pemain untuk foto2, minta tanda tangan dan kalo beruntung sih dapat jersey pemain luar nya.
BalasHapusIya, apalagi pas bulan Puasa begini. Berkas puasa. Hehehehe
Hapus