Etihad Stadium: The New “Theatre of Dream” of Manchester
Bagaimana dramatisnya Manchester City meraih juara Liga Primer Inggris semalam makin membuktikan bahwa kompetisi terbaik di dunia memang berada di Tanah Inggris. Semua kita yang menyaksikan di televisi merasakan ketegangan hingga detik-detik terakhir layaknya sebuah pertandinan final Piala Dunia atau Liga Champion. Kita patut ucapkan terima kasih kepada orang Inggris. Pertama karena merekalah yang “menemukan” sepak bola. Kedua tentu saja karena mereka pula yang membuat kompetisi sepak bola ditata secara profesional, menarik, dan menegangkan. Sejak Liga Primer Inggris bergulir pada 1991, seluruh dunia pun mengadopsi tata kelola liga profesional dari sana. Sepanjang dekade 1990-an, Liga Inggris mungkin kalah tenar dibanding Liga Italia. Tapi kemudian Serie A mengalami penurunan kualitas terutama sekali akibat skandal calciopoli pada 2006 yang memalukan itu. Sejak itulah Liga Primer mejadi liga nomor satu karena ketatnya persaingan untuk merebut gelar, jatah Eropa, atau lolos dari jurang...

Masih terlalu jauh untuk dapat memberi sebuah perlawanan berarti terhadap klub sekelas chelsea, siapun yang main, selama kondisi sepakbola indonesia masih carut-marut saya kira apapun pelajarannya akan menjadi sia-sia.
BalasHapusKita lihat saja nanti ketika melawan Cina. Kalau kalah telak juga, kita tak tahu haru berkata apa.
HapusKayaknya sih ini jadi ajang mumpung buat pemain untuk foto2, minta tanda tangan dan kalo beruntung sih dapat jersey pemain luar nya.
BalasHapusIya, apalagi pas bulan Puasa begini. Berkas puasa. Hehehehe
Hapus